MEMORANDUM HUKUM Kerangka PERIZINAN INDUSTRI PERTANIAN BERDASARKAN PP 28-2025(trilingual, EN-ID-CH)

Trilingual Legal Analysis of the Regulatory Framework for the Agricultural Sector

Comprehensive Legal Analysis of the Regulatory Framework for the Agricultural Sector

(Regulatory Status Verified as of 2025)

I. INTRODUCTION AND EXECUTIVE SUMMARY

A. Purpose and Scope of Memorandum

English

This memorandum provides a comprehensive legal analysis of the new regulatory landscape for Indonesia's agricultural sector (sektor pertanian), as principally governed by Government Regulation No. 28 of 2025 on the Implementation of Risk-Based Business Licensing ("PP 28/2025"). It examines the paradigm shift towards a centralized, risk-based approach and analyzes its interaction with the parent Cipta Kerja Law and foundational sectoral legislation. The analysis herein is based on the legal framework as it stands and is anticipated to be in effect in 2025, offering a forward-looking perspective for business actors and investors in the agricultural industry.

Indonesian

Memorandum ini memberikan analisis hukum yang komprehensif mengenai lanskap peraturan baru untuk sektor pertanian Indonesia (sektor pertanian), sebagaimana diatur utamanya oleh Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko ("PP 28/2025"). Memorandum ini mengkaji pergeseran paradigma menuju pendekatan terpusat berbasis risiko dan menganalisis interaksinya dengan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai induknya dan peraturan perundang-undangan sektoral yang mendasarinya. Analisis di sini didasarkan pada kerangka hukum yang berlaku dan diantisipasi akan berlaku pada tahun 2025, menawarkan perspektif ke depan bagi para pelaku usaha dan investor di industri pertanian.

Chinese (中文)

本备忘录对印度尼西亚农业领域的新监管格局进行了全面的法律分析,该格局主要受关于实施基于风险的商业许可的2025年第28号政府条例(“PP 28/2025”)管辖。备忘录审查了向集中化、基于风险的方法的范式转变,并分析了其与上级《创造就业法》和基础性行业法规的相互作用。此处的分析基于截至2025年预期生效的法律框架,为农业行业的商业行为者和投资者提供了前瞻性视角。

B. Executive Summary of Key Findings

English

The legal architecture established by the Cipta Kerja initiative, culminating in PP 28/2025, fundamentally restructures the process for obtaining and maintaining business licenses in the agricultural sector. Key transformations include: centralization through the Online Single Submission (OSS) system, risk-based classification of business activities, tiered licensing requirements, a recalibrated role for regional governments, and a shift in legal risk from pre-operational approvals to post-operational compliance.

Indonesian

Arsitektur hukum yang dibentuk oleh inisiatif Cipta Kerja, yang berpuncak pada PP 28/2025, secara fundamental merestrukturisasi proses untuk memperoleh dan mempertahankan perizinan berusaha di sektor pertanian. Transformasi utama meliputi: sentralisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS), klasifikasi kegiatan usaha berbasis risiko, persyaratan perizinan berjenjang, peran pemerintah daerah yang dikalibrasi ulang, dan pergeseran risiko hukum dari persetujuan pra-operasional ke kepatuhan pasca-operasional.

Chinese (中文)

由《创造就业法》倡议建立并最终形成PP 28/2025的法律架构,从根本上重组了农业领域获取和维持商业许可的流程。主要变革包括:通过在线单一提交(OSS)系统实现集中化,对商业活动进行基于风险的分类,分级的许可要求,重新校准地方政府的角色,以及法律风险从运营前批准转向运营后合规。

II. THE PARADIGM SHIFT: RISK-BASED BUSINESS LICENSING (PBBR)

A. Legal Foundation and Doctrinal Shift

English

The implementation of Risk-Based Business Licensing (Perizinan Berusaha Berbasis Risiko or PBBR) represents a significant evolution in Indonesian administrative law. PP 28/2025 is the primary implementing regulation for the Cipta Kerja Law, aiming to create an effective, simple, and transparent licensing ecosystem. The core reform is the shift to a Risk-Based Approach (RBA), which differentiates regulatory requirements based on a business activity's potential risks to health, safety, and the environment, thereby lowering the barrier to entry for low-risk ventures.

Indonesian

Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) merupakan evolusi signifikan dalam hukum administrasi Indonesia. PP 28/2025 adalah peraturan pelaksana utama dari Undang-Undang Cipta Kerja, yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem perizinan yang efektif, sederhana, dan transparan. Reformasi inti adalah pergeseran ke Pendekatan Berbasis Risiko (RBA), yang membedakan persyaratan peraturan berdasarkan potensi risiko suatu kegiatan usaha terhadap kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, sehingga menurunkan hambatan masuk bagi usaha berisiko rendah.

Chinese (中文)

基于风险的商业许可(PBBR)的实施代表了印度尼西亚行政法的重大演变。PP 28/2025是《创造就业法》的主要实施条例,旨在创建一个有效、简单和透明的许可生态系统。核心改革是转向基于风险的方法(RBA),该方法根据商业活动对健康、安全和环境的潜在风险来区分监管要求,从而降低了低风险企业的准入门槛。

B. The Centrality of the Online Single Submission (OSS) System

English

The OSS system is the exclusive gateway for all licensing interactions. All applications for Basic Requirements, Business Licenses, and Supporting Business Licenses must be processed electronically through the OSS system. It functions as a unified front-end interface, electronically integrated with the back-end systems of ministries, agencies, and regional governments to overcome bureaucratic silos and streamline processing.

Indonesian

Sistem OSS adalah gerbang eksklusif untuk semua interaksi perizinan. Semua permohonan untuk Persyaratan Dasar, Perizinan Berusaha, dan Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU) harus diproses secara elektronik melalui sistem OSS. Sistem ini berfungsi sebagai antarmuka front-end terpadu, yang terintegrasi secara elektronik dengan sistem back-end kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mengatasi silo birokrasi dan menyederhanakan pemrosesan.

Chinese (中文)

OSS系统是所有许可交互的唯一网关。所有基本要求、商业许可和支持性商业许可的申请都必须通过OSS系统进行电子处理。它作为一个统一的前端界面,与各部委、机构和地方政府的后端系统进行电子集成,以克服官僚主义的孤岛效应并简化处理流程。

III. LICENSING FRAMEWORK FOR THE AGRICULTURAL SECTOR

A. Scope and Sub-Sectors

English

The agricultural sector under PP 28/2025 encompasses four primary sub-sectors for the main Business License (PB): Plantations, Food Crops, Horticulture, and Livestock and Animal Health. Supporting licenses (PB UMKU) are required for ancillary activities, such as "agricultural facilities."

Indonesian

Sektor pertanian di bawah PP 28/2025 mencakup empat sub-sektor utama untuk Perizinan Berusaha (PB): Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, serta Peternakan dan Kesehatan Hewan. Perizinan pendukung (PB UMKU) diperlukan untuk kegiatan penunjang, seperti "sarana pertanian."

Chinese (中文)

根据PP 28/2025,农业领域的主要商业许可(PB)涵盖四个主要子行业:种植园、粮食作物、园艺以及畜牧和动物健康。辅助活动,如“农业设施”,需要支持性许可证(PB UMKU)。

B. Licensing Requirements by Risk Level in Agriculture

English (Legal)IndonesianChinese (中文)
Risk Level: Low
Required Licensing: NIB only
Issuance Mechanism: Automatic issuance via OSS.
Key Compliance Obligation: Fulfill basic obligations; NIB doubles as SPPL.
Tingkat Risiko: Rendah
Perizinan: NIB saja
Mekanisme: Penerbitan otomatis melalui OSS.
Kewajiban Utama: Memenuhi kewajiban dasar; NIB juga sebagai SPPL.
风险等级: 低风险
所需许可: 仅NIB
签发机制: 通过OSS自动签发。
关键合规义务: 履行基本义务;NIB兼作SPPL。
Risk Level: Medium-Low
Required Licensing: NIB + Standard Certificate
Issuance Mechanism: Self-declaration via OSS.
Key Compliance Obligation: Continuous adherence to standards, verified during supervision.
Tingkat Risiko: Menengah Rendah
Perizinan: NIB + Sertifikat Standar
Mekanisme: Pernyataan mandiri melalui OSS.
Kewajiban Utama: Kepatuhan berkelanjutan pada standar, diverifikasi saat pengawasan.
风险等级: 中低风险
所需许可: NIB + 标准证书
签发机制: 通过OSS自我声明。
关键合规义务: 持续遵守标准,在监督期间核查。
Risk Level: Medium-High
Required Licensing: NIB + Verified Standard Certificate
Issuance Mechanism: Government verification required before commercial operations.
Key Compliance Obligation: Fulfill all standards before commercial operations.
Tingkat Risiko: Menengah Tinggi
Perizinan: NIB + Sertifikat Standar Terverifikasi
Mekanisme: Verifikasi pemerintah sebelum operasi komersial.
Kewajiban Utama: Memenuhi semua standar sebelum operasi komersial.
风险等级: 中高风险
所需许可: NIB + 经核查的标准证书
签发机制: 商业运营前需政府核查。
关键合规义务: 商业运营前满足所有标准。
Risk Level: High
Required Licensing: NIB + Permit (Izin)
Issuance Mechanism: Full verification process before commercial operations.
Key Compliance Obligation: Fulfill all permit requirements (e.g., AMDAL) before operations.
Tingkat Risiko: Tinggi
Perizinan: NIB + Izin
Mekanisme: Proses verifikasi penuh sebelum operasi komersial.
Kewajiban Utama: Memenuhi semua syarat izin (misalnya, AMDAL) sebelum beroperasi.
风险等级: 高风险
所需许可: NIB + 许可证 (Izin)
签发机制: 商业运营前需全面核查。
关键合规义务: 运营前满足所有许可要求(如AMDAL)。

IV. INTEGRATION WITH SECTORAL LAWS AND REGULATIONS

English

PP 28/2025 governs the procedure of licensing, but the substance of the obligations remains rooted in foundational sectoral laws (as amended by the Cipta Kerja Law), such as Law No. 39/2014 on Plantations, Law No. 13/2010 on Horticulture, and Law No. 18/2009 on Livestock and Animal Health. Businesses must comply with both the procedural requirements of the new regulation and the substantive requirements of the underlying legislation.

Indonesian

PP 28/2025 mengatur prosedur perizinan, tetapi substansi kewajiban tetap berakar pada undang-undang sektoral yang mendasarinya (sebagaimana diubah oleh UU Cipta Kerja), seperti UU No. 39/2014 tentang Perkebunan, UU No. 13/2010 tentang Hortikultura, dan UU No. 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pelaku usaha harus mematuhi baik persyaratan prosedural dari peraturan baru maupun persyaratan substantif dari peraturan perundang-undangan yang mendasarinya.

Chinese (中文)

PP 28/2025管辖许可程序,但义务的实质内容仍植根于基础性行业法律(经《创造就业法》修订),例如关于种植园的2014年第39号法、关于园艺的2010年第13号法以及关于畜牧和动物健康的2009年第18号法。企业必须同时遵守新法规的程序要求和基础性法律的实质性要求。

V. PREREQUISITES FOR AGRICULTURAL BUSINESS LICENSING

English

Before applying for a primary business license, actors must fulfill "Basic Requirements" (Persyaratan Dasar). These include: Spatial Utilization Conformity (KKPR), which replaces the former Location Permit; Environmental Approval (PL), which can be an AMDAL, UKL-UPL, or SPPL depending on the environmental impact; and Building Approvals (PBG and SLF) for any construction.

Indonesian

Sebelum mengajukan perizinan berusaha utama, pelaku usaha harus memenuhi "Persyaratan Dasar". Ini termasuk: Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), yang menggantikan Izin Lokasi sebelumnya; Persetujuan Lingkungan (PL), yang dapat berupa AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL tergantung pada dampak lingkungan; dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk setiap konstruksi.

Chinese (中文)

在申请主要商业许可之前,行为人必须满足“基本要求”(Persyaratan Dasar)。这些要求包括:空间利用符合性(KKPR),取代了以前的位置许可证;环境批准(PL),根据环境影响可以是AMDAL、UKL-UPL或SPPL;以及任何建筑的建筑批准(PBG和SLF)

VI. KBLI-BASED RISK CATEGORIZATION OF AGRICULTURAL INDUSTRIES

English (Legal)IndonesianChinese (中文)
KBLI: 01262
Title: Palm Oil Plantation
Scale: Micro/Small
Risk: Low
KBLI: 01262
Judul: Perkebunan Kelapa Sawit
Skala: Mikro/Kecil
Risiko: Rendah
KBLI: 01262
标题: 油棕种植园
规模: 微型/小型
风险: 低风险
KBLI: 01262
Title: Palm Oil Plantation
Scale: Large
Risk: Medium-High
KBLI: 01262
Judul: Perkebunan Kelapa Sawit
Skala: Besar
Risiko: Menengah Tinggi
KBLI: 01262
标题: 油棕种植园
规模: 大型
风险: 中高风险
KBLI: 10431
Title: Crude Palm Oil Industry
Scale: Large
Risk: High
KBLI: 10431
Judul: Industri Minyak Sawit Mentah
Skala: Besar
Risiko: Tinggi
KBLI: 10431
标题: 毛棕榈油工业
规模: 大型
风险: 高风险

VII. FOREIGN OWNERSHIP AND INVESTMENT REGIME

English

The Cipta Kerja Law liberalizes foreign investment, replacing the "Negative Investment List" with a "Priority Investment List." The general principle is that all business sectors are 100% open to foreign investment unless explicitly restricted. Specific caps on foreign ownership in agriculture, such as in horticulture and plantations, have been removed. Foreign investment must be through a PT PMA company with a minimum investment value (generally > IDR 10 billion).

Indonesian

Undang-Undang Cipta Kerja meliberalisasi investasi asing, menggantikan "Daftar Negatif Investasi" dengan kerangka "Daftar Prioritas Investasi". Prinsip umumnya adalah semua sektor usaha 100% terbuka untuk investasi asing kecuali secara eksplisit dibatasi. Batasan spesifik kepemilikan asing di bidang pertanian, seperti di hortikultura dan perkebunan, telah dihapus. Investasi asing harus melalui perusahaan PT PMA dengan nilai investasi minimum (umumnya > IDR 10 miliar).

Chinese (中文)

《创造就业法》放宽了外国投资,用“优先投资清单”取代了“负面投资清单”。总的原则是,除非明确限制,所有商业领域都100%对外国投资开放。农业领域(如园艺和种植园)的外国所有权具体上限已被取消。外国投资必须通过PT PMA公司进行,并有最低投资额要求(通常 > 100亿印尼盾)。

VIII. THE EASE OF DOING BUSINESS: ANALYSIS

English

Theoretically, the new framework improves the ease of doing business through simplification, centralization via OSS, and increased transparency. However, practical challenges remain, including imperfect system integration between central and regional governments, lack of regional government capacity, regulatory gaps, and a significant shift of the compliance burden to businesses, which now face higher post-operational risks.

Indonesian

Secara teoretis, kerangka kerja baru ini meningkatkan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan, sentralisasi melalui OSS, dan peningkatan transparansi. Namun, tantangan praktis masih ada, termasuk integrasi sistem yang tidak sempurna antara pemerintah pusat dan daerah, kurangnya kapasitas pemerintah daerah, kesenjangan peraturan, dan pergeseran beban kepatuhan yang signifikan kepada pelaku usaha, yang kini menghadapi risiko pasca-operasional yang lebih tinggi.

Chinese (中文)

理论上,新框架通过简化、通过OSS集中化和增加透明度来改善营商便利度。然而,实际挑战依然存在,包括中央和地方政府之间系统集成不完善、地方政府能力不足、监管空白以及合规负担向企业的大幅转移,企业现在面临更高的运营后风险。

IX. THE EXPORT-IMPORT REGIME FOR AGRICULTURAL PRODUCTS

English

The business license to operate (from OSS) is separate from the license to trade internationally. Export-import activities are managed through the Indonesia National Single Window (INSW) system, not OSS. The Ministry of Trade is the primary authority, using instruments like the "commodity balance" (neraca komoditas) to determine quotas and approvals.

Indonesian

Perizinan berusaha untuk beroperasi (dari OSS) terpisah dari perizinan untuk perdagangan internasional. Kegiatan ekspor-impor dikelola melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW), bukan OSS. Kementerian Perdagangan adalah otoritas utama, menggunakan instrumen seperti "neraca komoditas" untuk menentukan kuota dan persetujuan.

Chinese (中文)

经营业务的许可证(来自OSS)与国际贸易许可证是分开的。进出口活动通过印度尼西亚国家单一窗口(INSW)系统管理,而非OSS。贸易部是主要管理机构,使用“商品平衡表”(neraca komoditas)等工具来确定配额和批准。

X. SUPERVISION AND COMPLIANCE OBLIGATIONS

English

Supervision is multi-layered (Minister, Governor, Regent/Mayor) and coordinated via OSS. It includes Routine Supervision (review of reports, scheduled inspections) and Incidental Supervision (triggered by complaints or intelligence). A compliance profile ("very good" to "not good") is created for each business, influencing the frequency of future inspections.

Indonesian

Pengawasan bersifat berlapis (Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota) dan dikoordinasikan melalui OSS. Ini mencakup Pengawasan Rutin (peninjauan laporan, inspeksi terjadwal) dan Pengawasan Insidental (dipicu oleh keluhan atau intelijen). Profil kepatuhan ("sangat baik" hingga "tidak baik") dibuat untuk setiap pelaku usaha, yang memengaruhi frekuensi inspeksi di masa depan.

Chinese (中文)

监督是多层次的(部长、省长、县长/市长),并通过OSS进行协调。它包括例行监督(审查报告、定期检查)和附带监督(由投诉或情报触发)。为每个企业创建一个合规档案(从“非常好”到“不好”),影响未来检查的频率。

XI. ADMINISTRATIVE SANCTIONS REGIME

English

PP 28/2025 provides a robust basis for administrative sanctions. For violations of a primary business license, sanctions range from written warnings and fines to suspension of activities and license revocation. Sanctions can be applied sequentially or non-sequentially for serious violations.

Indonesian

PP 28/2025 memberikan dasar yang kuat untuk sanksi administratif. Untuk pelanggaran perizinan berusaha utama, sanksi berkisar dari peringatan tertulis dan denda hingga penghentian sementara kegiatan dan pencabutan izin. Sanksi dapat diterapkan secara bertahap atau tidak bertahap untuk pelanggaran serius.

Chinese (中文)

PP 28/2025为行政处罚提供了坚实的基础。对于违反主要商业许可的行为,处罚范围从书面警告和罚款到暂停活动和吊销许可证。对于严重违法行为,可以按顺序或非顺序适用处罚。

XII. CONCLUSION AND STRATEGIC RECOMMENDATIONS

English

The new regime streamlines market entry but imposes a greater burden of continuous, self-monitored compliance. Strategic recommendations for investors include: treating compliance as a core business function, developing expertise to navigate the complex, multi-layered regulations, and proactively engaging with regulators. Potential areas of legal uncertainty include the specific content of new ministerial regulations and the practical efficacy of OSS integration with regional governments.

Indonesian

Rezim baru ini menyederhanakan masuknya pasar tetapi memberlakukan beban kepatuhan yang lebih besar, yang berkelanjutan dan dipantau sendiri. Rekomendasi strategis bagi investor meliputi: memperlakukan kepatuhan sebagai fungsi bisnis inti, mengembangkan keahlian untuk menavigasi peraturan berlapis yang kompleks, dan secara proaktif terlibat dengan regulator. Area ketidakpastian hukum yang potensial meliputi konten spesifik dari peraturan menteri yang baru dan efikasi praktis dari integrasi OSS dengan pemerintah daerah.

Chinese (中文)

新制度简化了市场准入,但增加了持续、自我监控的合规负担。对投资者的战略建议包括:将合规视为核心业务功能,培养驾驭复杂多层法规的专业知识,并积极与监管机构接触。潜在的法律不确定性领域包括新部长级法规的具体内容以及OSS与地方政府整合的实际效果。

Link to ESDM Regulation below in blue

Link to ESDM Regulation below in blue (click)

Contact us should you have any further queries

via Whatsapp (call or chat), or email contact@andzaribrahim.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart